Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan kuliah umum (stadium general) bertajuk “Wawasan Global Kesehatan Digital: Memacu Inovasi Melalui Kecerdasan Buatan (AI) dan Internet of Things (IoT)”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Fakultas Teknik ini menghadirkan pakar kesehatan digital dari Malaysia, Prof. Dr. Mohd Khanapi Abd Ghani, Profesor Senior dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), sebagai pembicara utama. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNIMMA, Dr. Saifudin, S.T., M.Eng., serta dihadiri dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Teknik.

Dalam paparannya, Prof. Mohd Khanapi menjelaskan bahwa transformasi digital telah menjadi pilar utama dalam pengembangan layanan kesehatan modern di berbagai negara. Integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), telemedicine, big data, cloud computing, dan perangkat wearable membuka peluang besar untuk meningkatkan akses, efisiensi, serta kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Menurutnya, perkembangan kesehatan digital tidak hanya mengubah cara tenaga medis bekerja, tetapi juga menghadirkan ekosistem layanan kesehatan yang lebih cerdas, terhubung, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Beliau menguraikan berbagai implementasi AI dan IoT dalam bidang kesehatan, mulai dari sistem diagnosis berbasis kecerdasan buatan, analisis citra medis, pemantauan pasien jarak jauh (remote patient monitoring), hingga pengembangan rumah sakit pintar (smart hospital). Kombinasi AI dan IoT dinilai mampu menghasilkan analisis data kesehatan secara real-time yang mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih cepat dan akurat. Selain itu, teknologi ini berpotensi memperluas jangkauan layanan kesehatan ke wilayah terpencil melalui pemanfaatan telemedicine dan perangkat kesehatan yang saling terhubung.

Prof. Mohd Khanapi menekankan bahwa kemajuan teknologi kesehatan harus diiringi dengan perhatian serius terhadap aspek etika, keamanan siber, tata kelola data, dan regulasi. Tantangan seperti perlindungan privasi pasien, transparansi algoritma AI, kesenjangan digital, serta kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten menjadi isu strategis yang harus diantisipasi. Ia juga memaparkan berbagai tren masa depan kesehatan digital, termasuk precision medicine, digital twin, Generative AI, teknologi 5G, robotika medis, hingga Extended Reality (XR) yang diproyeksikan akan semakin mengubah wajah layanan kesehatan global dalam dekade mendatang.

Tidak hanya memberikan kuliah umum, kunjungan akademik Prof. Dr. Mohd Khanapi Abd Ghani juga dimanfaatkan untuk melakukan diskusi strategis bersama pimpinan dan dosen Fakultas Teknik UNIMMA. Dalam sesi tersebut, beliau memberikan masukan terkait pengembangan kurikulum, penguatan visi keilmuan, serta peluang kolaborasi riset internasional bagi Program Studi Teknik Informatika dan Teknologi Informasi. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat internasionalisasi akademik UNIMMA sekaligus membuka wawasan sivitas akademika terhadap perkembangan teknologi kesehatan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan industri, pendidikan, dan masyarakat global.