MAGELANG – Dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Rofi Abul Hasani, S.Kom., M.Eng., memimpin program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mendorong transformasi digital UMKM Jayaning melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi tepat guna.

Program yang mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut menjadi upaya nyata UNIMMA dalam menghadirkan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Dalam pendampingannya, Rofi mengarahkan pemanfaatan AI sebagai alat bantu untuk mengembangkan strategi pemasaran digital, mulai dari menyusun narasi produk, menghasilkan ide promosi, membuat materi pemasaran, hingga memperkuat identitas digital UMKM Jayaning.

Menurutnya, pemanfaatan AI perlu diposisikan sebagai pendukung kreativitas pelaku usaha, bukan sebagai pengganti karakter dan nilai yang melekat pada produk lokal.

“AI bukan untuk menggantikan peran pelaku UMKM, tetapi menjadi alat bantu agar proses pemasaran lebih efektif. Identitas, cerita, dan informasi produk tetap harus ditentukan oleh manusia sehingga teknologi yang digunakan tidak menghilangkan karakter lokal produk,” jelas Rofi.

Pendampingan tersebut menyasar UMKM Jayaning yang dikenal memproduksi minuman herbal berbahan rempah, seperti Jahe Aren, Jahe Merah, Jahe Secang, Kunyit Putih, dan Kunyit Temulawak. Beragam produk tersebut memiliki potensi besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui penguatan strategi digital.

Selain memperkenalkan pemanfaatan AI, Rofi juga mengoptimalkan keberadaan Jayaning.com sebagai etalase digital untuk memperluas akses konsumen terhadap informasi produk sekaligus membangun kepercayaan terhadap merek lokal.

Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh sisi pemasaran. Rofi turut menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin kristalisasi jahe yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sehingga UMKM memiliki kesiapan memenuhi permintaan pasar yang terus bertumbuh.

“Ketika promosi mampu meningkatkan permintaan, kapasitas produksi juga harus siap memenuhi kebutuhan konsumen. Karena itu, transformasi UMKM perlu dilihat sebagai satu kesatuan, dari produksi hingga pemasaran,” tambahnya.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pemasaran digital berbasis AI dengan peningkatan kapasitas produksi, Rofi menegaskan bahwa transformasi UMKM harus dilakukan secara menyeluruh agar teknologi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha.

Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi dosen Teknik Informatika UNIMMA dalam mengimplementasikan keilmuan di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM, inovasi teknologi diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal berbasis rempah sekaligus memperluas peluang usaha di era digital.